Pria dan Wanita Berenang Dalam Satu Kolam, Ini Hukumnya



Kolam renang adalah tempat pemandian umum yang bercampur antara laki-laki dan perempuan. Lalu bagaimana hukum berenang dengan lawan jenis?
Jawabannya Adalah:
Laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk melakukan olahraga air. Apalagi kolam renang umum tentu antara laki-laki dan perempuan berada didalam satu kolam renang yang sama.
Lantas apakah Syariat Islam memperbolehkan aktivitas yang demikian?
Perempuan yang berada ditempat umum adalah aurat apalagi jika berbaur dengan laki-laki didalam satu kolam renang. Namun selama perempuan tersebut auratnya tertutup maka ia diperbolehkan berenang.
خصوصا في هذا الزمان الذي كثر فيه اختلاط الاجانب من الرجال والنساء في مثل ذلك من غير مبالاة بكشف ما هو عورة كما هو معلوم مشاهد
Artinya, “Terlebih lagi di zaman ini di mana banyak campur baur (ikhtilath) laki-laki dan perempuan bukan mahram seperti ini tanpa peduli tersingkapnya aurat sebagaimana maklum disaksikan,” (Lihat As-Syarbini, Iqna dalam Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 1996 M/1417 H], juz IV, halaman 226).
Berbaur antara perempuan dan laki-laki diperbolehkan asal memiliki hajat tertentu dan harus disertai dengan menjaga syariat Islam seperti menjaga pandangan, menjaga aurat sehingga aman dari fitnah.
Maka dari itu, menurut Imam An-Nawawi dari Mazhab As-Syafi’i mengatakan bahwa, bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dengan menjaga kaidah syariat dan dilakukan di ruang terbuka ramai, bukan di tempat sepi.
فقد نقل ابن المنذر وغيره الاجماع أن المرأة لا جمعة عليها وقوله ولانها تختلط بالرجال وذلك لا يجوز ليس كما قال فانها لا يلزم من حضورها الجمعة الاختلاط بل تكون وراءهم وقد نقل ابن المنذر وغيره الاجماع علي انها لو حضرت وصلت الجمعة جاز وقد ثبتت الاحاديث الصحيحة المستفيضة أن النساء كن يصلين خلف رسول الله صلي الله عليه وسلم في مسجده خلف الرجال ولان اختلاط النساء بالرجال إذا لم يكن خلوة ليس بحرام
Artinya, “Ibnul Mundzir dan ulama lain menukil ijmak bahwa perempuan tidak berkewajiban menghadiri Jumatan. Perkataan ‘Pasalnya perempuan bercampur dengan laki-laki (pada Jumatan) dan yang demikian itu tidak boleh;’ tidak seperti apa yang dikatakan ‘kehadiran perempuan pada Jumatan tidak serta merta terjadinya campur baur, tetapi ada di belakang jamaah laki-laki.’ Ibnul Mundzir dan ulama lain menukil ijmak bahwa kalau perempuan mau hadir dan shalat Jumat, tentu hal itu dibolehkan. Hadits-hadits shahih yang tersebar luas telah tetap bahwa perempuan ikut shalat bersama Rasulullah SAW di masjid di belakang jamaah laki-laki karena campur baur (ikhtilath) laki-laki dan perempuan tidak diharamkan sejauh tidak khalwat (tempat sunyi),” (Lihat An-Nawawi, Al-Majmuk, [Jeddah, Maktabah Al-Irsyad: tanpa tahun], juz IV, halaman 350).
Jika campur baurnya masih dalam batas wajar dan ramai tidak menjadi masalah asal selalu menaga kaidah-kaidah syariat terkait aurat dan pandangan mata untuk menghindarkan fitnah. [assalaf.id]

0 Response to "Pria dan Wanita Berenang Dalam Satu Kolam, Ini Hukumnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel