Innalillahi! Baju Lebaran Tak Sempat Dipakai, Ayah Meninggal saat Salat Tarawih, Anak Beber Perubahan Sikap Bapak

 Innalillahi! Baju Lebaran Tak Sempat Dipakai, Ayah Meninggal saat Salat Tarawih, Anak Beber Perubahan Sikap Bapak


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Baju Lebaran kembar dengan keluarga belum sempat dipakai, ayah meninggal dunia di bulan Ramadhan.

Kejadian mengejutkan ini terjadi di Malaysia.

Seorang pria berusia 51 tahun menghembuskan napas terakhirnya secara mendadak.

Melansir mStar, pria tersebut diketahui bernama Zamri Saad.

Zamri Saad meninggal dunia saat sedang menjalankan salat tarawih di Masjid Tunku Intan Safinaz, Kampung Lanai, Baling, Kedah.

Zamri Saad yang sedang salat tarawih ini tiba-tiba ambruk dan dinyatakan meninggal dunia di masjid tersebut.

Sang istri, Rohani Mohd Noor (51), mengetahui sang suami ambruk tiba-tiba setelah diberitahu kakak iparnya.


Ilustrasi sholat tarawih di momen Ramadhan
Ilustrasi sholat tarawih di momen Ramadhan (Kolase Tribunstyle.com)

"Sekitar jam 10 malam, kakak ipar saya datang memberitahu kalau suami saya jatuh dan pingsan ketika salat.

Saya langsung ke masjid mengajak anak kedua, Nazirol (20). Dia pun masuk duluan ke masjid dan keluar lagi memberitahu saya kalau ayahnya sudah tiada," ujar Rohani, seperti TribunNewsmaker.com kutip dari mStar.

Rohani mengatakan kalau akhir-akhir ini suaminya tidak menunjukkan gelagat aneh atau perubahan sikap.

Namun anak-anak justru mengatakan kalau ayah mereka lebih pendiam akhir-akhir ini.

Ibu 7 anak ini juga tak menyangka kalau sang suami meninggal dunia saat salat tarawih di Masjid Tunku Intan Safinaz.

"Selama Ramadhan, ini pertama kalinya suami saya ikut buka bersama di masjid. Tak disangka, ia justru dijemput sang Ilahi ketika salat tarawih di masjid itu," ujar Rohani.

Ternyata Zamri Saad sempat mengajak sang istri untuk ikut salat tarawih di masjid tersebut.

Rohani sendiri menolak ajakan sang suami lantaran mau salat tarawih di mushola dekat rumah mereka.

Ibu berusia 51 tahun ini pun menceritakan sosok sang suami yang selama ini dikenalnya tersebut.

Menurut penuturan Rohani, almarhum selalu bangun malam untuk menunaikan salat tahajud dan salat sunah lainnya.

Tentu saja kebiasaan tersebut juga dilakukan selama Ramadhan.

"Suami dulu bekerja sebagai sopir truk. Tapi sekarang beliau sudah tidak bekerja lagi karena memikirkan kondisi kesehatan. Terlebih suami pernah dirawat di Rumah Sakit Taiping, Perak, tiga tahun lalu karena penyakit jantung," papar Rohani.

Rohani menuturkan kalau ia dan anak-anak sudah ikhlas melepas kepergian almarhum.

Idul Fitri tahun ini juga akan terasa berbeda lantaran almarhum telah tiada.

"Anak-anak sudah membeli baju Lebaran dengan warna senada untuk menyambut Idul Fitri, namun almarhum sudah lebih dulu pergi," pilu Rohani menceritakannya.


Pilu ayah meninggal dunia saat salat tarawih di masjid
Pilu ayah meninggal dunia saat salat tarawih di masjid (mStar)

Warga bernama Hashim Osman, yang juga menyaksikan momen meninggalnya Zamri Saad pun bercerita.

Saat itu tubuh Zamri Saad ambruk dan pingsan ketika salat pada rakaat 20.

Ketika buka bersama, almarhum memberitahukan pada Hashim kalau ia tidak boleh makan daging kambing.

Namun saat itu almarhum meminta sedikit daging kambing untuk dibawa pulang agar bisa disantap anak-anaknya.

Sebelum ambruk, Zamri Saad juga sempat mengeluh kepada jamaah lain kalau dadanya sakit.

"Ketika salat, almarhum tiba-tiba ambruk. Kami mendengar dengkuran kuat.

Jamaah sempat menyelesaikan salat dan langsung menghampiri almarhum yang saat itu menjemput ajal. Kami juga sempat membimbingnya mengucap syahadat," uja Hashim.

Menurut keterangan Kepala Polisi Daerah Baling, Superintendan Shamsudin Mamat, membenarkan kejadian tersebut.

Menurut hasil pemeriksaan, almarhum meninggal dunia sekitar pukul 22.10 setelah mengucap salam pada rakaat ke-20 salat tarawih.

PUPUS Rayakan Lebaran Bersama, Gadis Pilu Pacar Kena Kanker, Tubuh Menyusut & Meninggal Usai Kemo

Seorang gadis pilu, impian rayakan Lebaran bersama pupus usai sang kekasih meninggal dunia.

Manusia boleh berencana, namun Tuhan yang menentukan, itulah yang kini tengah dialami seorang gadis asal Malaysia bernama Putri Nur Syafiqah Zakaria (21).

Berharap bisa rayakan Lebaran bersama, impian Putri Nur Syafiqah Zakaria pupus usai sang kekasih, Muhammad Shahrul Sagar meninggal dunia.

Muhammad Shahrul Sagar (23) meninggal dunia setelah menjalai kemoterapi ketiga atas penyakit kanker yang dideritanya.

Diketahui kekasih Putri ini mengidap kanker usus besar stadium empat.


Putri mengenang momen dirinya Lebaran bersama sang kekasih tahun lalu
Putri mengenang momen dirinya Lebaran bersama sang kekasih tahun lalu (Mstar)

Putri pun mengaku sulit untuk mengiklhaskan kekasih yang sangat ia cintai tersebut.

Diakui Putri, tahun lalu ia dan sang kekasih masih bisa merayakan Lebaran bersama.

Bahkan, Putri dan kekasihnya kompak memakai baju kembar.

Namun kini semuanya berubah.

Dikutip dari mstar.com pada Sabtu (16/4/2022), Putri mengunggah video yang menampilkan momen kenangan bersama mendiang kekasihnya.

Hatinya pilu karena tahun ini tak bisa merayakan lebaran bersama.

"Saya mulai kenal mendiang kekasih saya pada tahun 2018.

Saya suka dia karena caranya memperlakukanku, seperti cara ayah memperlakukan ibu.

Ia sangat sabar, lemah lembut dalam berkata-kata, dan tak pernah pakai nada tinggi jika bicara.

Saya berdoa agar berjodoh dengannya saat ibadah umroh di tahun 2019.

Saya sebut namanya dalam doa agar jadi suami saya," tutur Putri pada mstar.


"Sebelum ia divonis kanker pada September 2021, ia mengeluh sakit perut.

Katanya, ada yang terasa mengeras sejak Juli.

Lantas, ia bolak-balik rumah sakit dan klinik di Kuantan.

Tahun lalu adalah ujian yang sangat berat untuknya.

Ibu, ayah, dan saudara-saudaranya positif Covid-19.

Saat itu peraturan sangat ketat sehingga tak mungkin menjenguk.

Maka dari itu, ia mengurus operasinya seorang diri.

Setelah keluar dari rumah sakit, dia mulai dihantui ketakutan.

Ia takut kami tak akan punya cukup waktu untuk bersama.

Ketakutannya mulai muncul saat kemoterapi.

Ia mulai termenung dan bicara tentang kematian," ujar Putri.

Tubuh Shahrul mulai menyusut setelah kemo hingga akhirnya meninggal dunia
Tubuh Shahrul mulai menyusut setelah kemo hingga akhirnya meninggal dunia (mstar)

Lambat laun, berat badan Shahrul menyusut.

Ia mulai menjalani kemoterapi sejak Oktober 2021.

Pada 2 Desember 2021, Shahrul meninggal dunia.

"Setelah kemoterapi pertama, berat badan mendiang makin turun.

Kemoterapi kedua di bulan November, ia jadi lebih kurus lagi.

Ia jadi susah tidur, badannya lemas karena kurang istirahat.

Sehari sebelum kemoterapi ketiga, ia ulang tahun.

Namun tak ada perayaan apa-apa karena ia tak tidur," kenang Putri.

Menurut penuturan Putri, tubuh Shahrul saat itu sangat kurus, seperti tinggal tulang belulang saja.

Ia sangat sedih melihat kekasihnya tak berdaya.

Seminggu kemudian, Putri ditinggal kekasihnya untuk selamanya.

Kini Putri hanya bisa menyambangi makam sang kekasih hati.


"Lebaran tahun lalu (2021), kami memakai baju kembaran.

Ternyata itu baju kembaran kami yang pertama dan terakhir.

Sebenarnya, seragam keluarga saya merah muda, sementara keluarganya bertema hitam.

Namun menjelang lebaran, tiba-tiba ia membeli baju koko merah muda.

Saat saya berada di rumahnya, almarhum memakai baju hitam, saat ke rumah saya, ia ganti baju dengan warna merah muda.

Saya tak pernah menduga ternyata itu momen lebaran terakhir kami."

(Tribunnewsmaker/Ninda/TribunTrends.com/ Suli Hanna)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dengan judul Tahun Lalu Rayakan Lebaran Pakai Baju Kembar, Gadis Pilu Tahun Ini Hanya Bisa Ziarahi Makam Kekasih

0 Response to "Innalillahi! Baju Lebaran Tak Sempat Dipakai, Ayah Meninggal saat Salat Tarawih, Anak Beber Perubahan Sikap Bapak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel