Suami Dibunuh Gara-gara Rebutan Janda, Istri ASN Ini Membantah: Saya Sama Dia Masih Kayak Pacaran

 Suami Dibunuh Gara-gara Rebutan Janda, Istri ASN Ini Membantah: Saya Sama Dia Masih Kayak Pacaran


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Najamuddin Sewang adalah ASN di Dinas Perhubungan Kota MakassarSulawesi Selatan yang tewas ditembak orang suruhan Kasatpol PP Iqbal Asnan, Minggu (3/4/2022).

Padahal, Iqbal Asnan juga mantan atasan Najamuddin Sewang saat masih dinas di Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Sayangnya, gara-gara memperebutkan wanita berinisial RCH, Iqbal Asnan gelap mata dan menghabisi nyawa Najamuddin Sewang karena cemburu.

Pasca penangkapan Iqbal Asnan, RCH wanita yang disebut-sebut sebagai selingkuhan mantan Kasatpol PP itu pun menghilang.

Pengakuan Istri Najamuddin

Najamuddin Sewang semasa hidup
Najamuddin Sewang semasa hidup (Instagram)

Pengakuan berbeda justru diceritakan istri Najamuddin SewangRovida yang percaya suaminya tak mungkin berani selingkuh darinya.

Maka dari itu, Rovida tak yakin jika Najamuddin Sewang nekat rebutan janda dengan Kasatpol PP, Iqbal Asnan.


Jumat (1/4/2022), dua hari sebelum korban ditembak mati eksekutor suruhan Kasatpol PP, Najamuddin Sewang malah berlaku romantis pada sang istri.

Ketika itu, korban rela tidak berdinas sampai sore.

Raut wajah sedih masih terlihat jelas di wajah Rovida, kala mengingat kembali kenangan terakhirnya bersama sang suami.

"Waktu hari kebudayaan, dia ternyata tidak sampai sore. Dia pulang bawa makanan. Waktu saya tiba bersama anak-anak, saya tanya, yang sudah makan? Dia bilang belum, itu makanannya saya bawa pulang," ungkap Rovida sambil terisak, dikutip dari Youtube Berita Kota, Rabu (20/4/2022).

"Dia mau makan ramai-ramai di rumah," tambah Rovida.

Sosok Najamuddin Sewang

Menurut Rovida, suaminya adalah sosok yang romantis dan penyayang sama istri dan dua anaknya.

Rumah tangganya dengan Najamuddin Sewang selama 14 tahun ini, disebutkan Rovida selalu rukun dan harmonis.

Sesibuk apapun suaminya, selalu menyempatkan diri untuk pulang makan bersama di rumah.

"Kalau dia dapat nasi kotak atau dapat makanan, dia selalu pulang ke rumah makan bersama,” ungkap Rovida masih dikutip dari sumber yang sama.

Bahkan saking romantisnya, Rovida dan Najamuddin Sewang ini masih sering dikira pacaran, padahal sudah menikah.

"Saya sama dia masih kayak orang pacaran. Dia anak bungsu, saya anak pertama. Dia kayak memanjakan istri dan anak-anaknya," ungkap Rovida.

Di mata Rovida, almarhum suaminya sama sekali tidak pernah marah.

Saat Rovida di rumah, mendiang Najamuddin Sewang selalu melarang istrinya kerja.

"Kalau dia video call selalu bilang bunda ngapain, udah gak usah kerja istirahat saja,” ujarnya menirukan perkataan suaminya.

Di mata Rovida, juga di mata rekan-rekannya, almarhum adalah sosok yang murah senyum dan mudah bergaul di Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Sehingga, Rovida tak percaya kalau suaminya dibunuh karena terlibat cinta segitiga dengan RCH dan Kasatpol PP Iqbal Asnan.

"Kehidupan kami juga harmonis, jadi kami masih menerka-nerka apa motifnya," ungkapnya lagi.

Rovida Setya Ichsani, istri Najamuddin Sewang, pegawai Dishub yang dibunuh Kasatpol PP
Rovida Setya Ichsani, istri Najamuddin Sewang, pegawai Dishub yang dibunuh Kasatpol PP (Istimewa)

Hingga kini, Rovida masih merasakan duka mendalam menyusul meninggalnya sang suami, Najamuddin Sewang.

Rovida baru saja mengikuti prosesi pemakaman Najamuddin Sewang di Kelurahan Papa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Senin (4/4/2022).

Najamuddin Sewang Dikira Kecelakaan

Awalnya, istri dan keluarga mengira Najamuddin Sewang mengalami kecelakaan tunggal.

Namun, rupanya kematian suami begitu ganjal setelah didapati adanya luka di bagian punggung dekat ketiak.

Luka berbentuk lubang, itu pun kian menguatkan, kecurigaan keluarga Najamuddin Sewang dibunuh.

Untuk membuktikannya, pihak keluarga pun bersedia dilakukan autopsi terhadap mayat ayah dua anak itu.

Hasilnya, terbukti ditemukan adanya proyektil peluru di bawah ketiak kiri Najamuddin.

Sambil menahan tangis, Rovida mengaku ikhlas melepas kepergian suami tercintanya.

"Yang pastinya atas meninggalnya suami saya, saya ikhlas, ridho apa lagi dia meninggal dalam keadaan puasa lagi cari nafkah untuk keluarganya," kata Rovida, dikutip dari TribunTimur.

Lebih lanjut Rovida menjelaskan, Najamuddin Sewang selama ini tidak pernah terlibat permusuhan atau masalah dengan seseorang.

Rovida pun heran mengapa ada orang sekeji itu membunuh suaminya.

"Selama ini dia tidak pernah sekali ada masalah sama orang, kalau pun punya masalah dia selalu cerita ke saya tapi tidak pernah cekcok dengan orang lain," tuturnya.

Maka dari itu, Rovida tetap meminta keadilan.

Ia menginginkan agar pelaku penembakan itu terungkap dan ditangkap polisi serta diadili seusai hukum yang berlaku.

"Cuman untuk keadilan terhadap suami saya, saya inginnya pelakunya terungkap," tegas Rovida.

Dalang Pembunuhan Rekrut 4 Eksekutor

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto menyebutkan, pembunuhan berencana yang diotaki Kasat Pol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan ini bermotif cinta segitiga.

Tak ingin mengotori tangannya, Iqbal Asnan pun menyewa SL, SH, AKM, dan A.

Ketiganya berperan sebagai eksekutor, pemantau, atau penggambar di lokasi.

"Ada otak pelaku, ada yang merencanakan terus sampai dengan eksekutor. Sementara otak pelaku adalah pejabat Kota Makassar ( Iqbal Asnan)," kata Kombes Pol Budhi Haryanto, dikutip dari TribunTimur, Sabtu (16/4/2022) malam.

Pemilihan 4 eksekutor ini pun tidaklah sembarangan.

SL ini diketahui merupakan seorang oknum polisi.

Juni Sewang, kakak almarhum Najamuddin Sewang. Najamauddin merupakan pegawai Dishub Makassar yang tewas ditembak di Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Ahad atau Minggu (3/4/2022), karena motif asmara.
Juni Sewang, kakak almarhum Najamuddin Sewang. Najamauddin merupakan pegawai Dishub Makassar yang tewas ditembak di Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Ahad atau Minggu (3/4/2022), karena motif asmara. (TRIBUN TIMUR/Kolase Tribun Jakarta)

Ia juga diplotkan oleh Kasatpol PP untuk menjadi eksekutor penembakan Najamuddin Sewang.

SL yang terlatih menembak di satuannya Korps Bhayangkara pun bersedia menjadi eksekutor.

Menurut pengakuan SL, ia nekat menjadi eksekutor karena ikut merasa sakit hati atas apa yang dirasakan Iqbal Asnan.

"Eksekutor ini satu daerah dengan otak pelaku. Dia merasa ikut sakit hati juga sehingga mau lakukan itu, uang itu untuk ucapan terima kasih," tuturnya.

Atas jasanya, SL pun dapat uang Rp 85 juta dari Iqbal sebagai tanda ucapan terima kasih.

"Kalau SL ini tidak meminta bayaran, dia sama-sama satu kampung dengan MIA (Iqbal),"

"SL merasa ikut sakit ketika MIA ( Iqbal Asnan) disakiti,"

"Uang itu bukan untuk membayar, tapi ucapan terima kasih saja, totalnya Rp 85 juta," kata Budhi. (Surya Malang)

Sebagian artikel ini telah tayang di Surya Malang dengan judul 'Sosok Najamuddin Sewang di Mata Istri, ASN yang Dihabisi Gara-gara Rebutan Janda Ternyata Romantis'

0 Response to "Suami Dibunuh Gara-gara Rebutan Janda, Istri ASN Ini Membantah: Saya Sama Dia Masih Kayak Pacaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel