TANGIS Pilu Bayi yang Baru 4 Bulan Disuapi Kurma dan Pir. Ibu Geram Kini Dirawat di RS, BAB Lebih dari 30 Kali

 TANGIS Pilu Bayi yang Baru 4 Bulan Disuapi Kurma dan Pir. Ibu Geram Kini Dirawat di RS, BAB Lebih dari 30 Kali 



TRIBUNNEWSMAKER.COM - Amarah seorang ibu memuncak mengetahui seseorang melakukan sesuatu pada bayinya tanpa izin.

Orang tersebut diam-diam menyuapi bayinya yang baru berusia 4 bulan.

Padahal bayi yang baru berusia 4 bulan belum bolek mengonsumsi makanan padat.

Sebelum berusia 6 bulan, bayi hanya boleh mengonsumsi ASI dikarenakan pencernaannya belum kuat.

Seorang ibu bernama Uda Meknul ini membagikan curhatannya mengenai bayinya melalui Facebook.

Anak Uda Meknul yang baru berusia 4 bulan kini dirawat di rumah sakit.

Melansir Ohbulan, Uda Meknul meluapkan kekesalannya atas tindakan seseorang.


Bayi 4 bulan diberi kurma dan pir, diare sampai 30 kali sehari
Bayi 4 bulan diberi kurma dan pir, diare sampai 30 kali sehari (Ohbulan)

Orang yang namanya tak disebutkan oleh Uda Meknul ini seenaknya menyuapkan makanan ke bayinya.

Akibat perbuatan orang tersebut, anak Uda Meknul harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Bayi di bawah 6 bulan belum boleh makan makanan padat, Anda paham? Ketika saya memarahinya, dia mengatakan bahwa anak-anak zaman dulu baik-baik saja jika diberi makan, apakah orang kota tidak tahu?" tulis Uda Meknul menceritakan percakapannya dengan orang yang menyuapi bayinya.

Ternyata orang tersebut menyuapi bayi Uda Meknul yang baru berusia 4 bulan dengan kurma dan pir.

"Ia mengatakan hanya ingin mengenalkan rasa kurma dan pir. Lain kali lakukan pada anakmu sendiri, jangan pada anak orang lain!" emosi Uda Meknul.

Akibat perbuatan orang tersebut, bayi berusia 4 bulan ini mengalami diare.

Bahkan ia buang air besar hingga 30 kali sehari dan bercampur darah.


Bayi 4 bulan diberi kurma dan pir, diare sampai 30 kali sehari
Bayi 4 bulan diberi kurma dan pir, diare sampai 30 kali sehari (Ohbulan)

"Kita normal diare 3-4 kali badan terlalu lemas untuk berdiri, sakit, ini sampai 30 kali. Sedih hati ini melihat anak yang kehadirannya sudah 8 tahun dinantikan jadi seperti ini," curhat Uda Meknul.

Melalui unggahannya tersebut, Uda Meknul mengingatkan kepada semua orang agar tidak memberi makan anak orang lain tanpa izin orangtuanya.

"Tolong, orangtua lainnya waspada dan tegas pada anak-anak. Jangan sampai ada yang menyentuh bayi anda. Beri tahu mereka karena apabila anak sakit, kita yang harus menanggungnya," pungkas Uda Meknul.

Uda Meknul juga meminta doa kepada netizen agar bayinya bisa segera kembali pulih dan sehat.

'Saya Stres' Pilu Mantu, Mertua Ngeyel Beri Air Matang ke Bayi 2 Bulan, Dokter Syok Ungkap Bahayanya

Seorang ibu muda mengaku stres dengan kelakuan ibu mertua pada anaknya yang masih bayi.

Memiliki bayi dan masih tinggal dengan mertua terkadang menjadi ujian tersendiri bagi seorang ibu muda.

Seperti yang dialami seorang ibu muda asal Malaysia ini.

Kepada seorang dokter, ibu muda yang sengaja dirahasiakan namanya ini mengaku stres dengan tingkah ibu mertuanya.

Bagaimana tidak, sang ibu mertua nekat memberikan minum air matang pada cucunya yang masih bayi tersebut.

Sang mertua mengaku memberi air matang pada bayi adalah hal biasa dan tidak membahayakan.


Air putih
Air putih (freepik.com/ nuclear_lily)

Ia juga selalu memakai alasan caranya mengasuh pada jaman dulu untuk disamakan dengan saat ini.

Sontak sikap mertua ini membuat sang menantu tak nyaman.

Mengutip dari Mstar.com, Kamis (7/4/2022), curhat ibu muda ini rupanya diunggah oleh Dokter Imelda Balchin, pakar perunding Obstetrik dan Ginekologi.

Lewat akun Facebooknya, Dokter Imelda ini membagikan sebuah pesan dari seorang ibu muda kepadanya.

Kepada sang dokter, ibu muda ini mengaku mertuanya selalu memaksa dirinya memberi air matang pada bayinya yang masih berusia dua bulan.

Meski dirinya menolak, sang mertua ternyata diam-diam ngeyel melakukan kebiasaan itu.

"Dokter saya ingin bertanya, apakah baik memberi air matang pada bayi 2 bulan?

sebab mertua saya selalu suruh saya beri air matang ke anak saya.

Saya tak mau berikan, malah mertua saya sendiri yang berikan." tulisnya.

Sang ibu muda mengaku sangat stres dengan sikap ibu mertuanya tersebut.

"Maaf dokter saya kirim pesan ini dan mengganggu dokter, sebab saya stress.

Mertua saya selalu suruh saya beri air matang untuk saya, padahal sebelumnya dokter sudah berpesan pada saya untuk tidak memberi minum air matang ke bayi sebelum masuk 6 bulan.

Saya sudah bicara begitu ke mertua, tapi mertua malah bisa dokter tidak berbicara hal itu pada dia sendiri." tulisnya lagi.

Ibu muda curhat ibu mertuanya selalu paksa beri air matang pada bayinya yang masih 2 bulan
Ibu muda curhat ibu mertuanya selalu paksa beri air matang pada bayinya yang masih 2 bulan (mstar.com)

Sontak mendapat pesan tersebut, sang dokter pun merasa geram.

Dengan tegas sang dokter melarang untuk para ibu memberi air matang pada bayi di bawah usia 6 bulan.

Sang dokter pun membeberkan alasan dan bahayanya.

"Jangan beri bayi minum air matang sebelum usia enam bulan.

Saya ingin beritahu anda semua sebab-sebabnya.

Silahkan bagikan penjelasan saya ini, semoga ibu mertua dapat ilmu pengehetahuan ini." tulis sang dokter di laman Facebooknya.

"Pertama, badan bayi tak sama dengan badan orang dewasa.

Kandungan air dalam badan bayi memang lebih tinggi berbanding dengan orang dewasa.

Lebih kurang 55/100 berat badan orang dewasa ialah air, tetapi 75/100 berat bayi adalah air, maka bayi tidak perlu minum air seperti orang dewasa.

Kedua, kandungan susu ibu ialah 88/100 air dan rendah garam.

Susu ibu mengandung semua keperluan air dan garam untuk bayi.

Susu ibu ialah karunia Allah yang terbaik untuk bayi.

Tidak perlu lagi tambah air matang untuk bayi sebelum usia enam bulan yang belum boleh makan." jelasnya.


Tambah Dokter Imelda, dia juga melarang ibu memberi susu sapi atau kambing pada bayi sebelum usia setahun karena kandungan garam yang tinggi.

"Saya juga melarang ibu-ibu memberi air minum matang pada bayi karena ini bisa menyebabkan terlalu banyak air dan kekurangan garam di dalam darah bayi yaitu water intoxiation.

Ketiga, perut bayi sangatlah kecil dan tak boleh minum banyak-banyak sekaligus.

Dia hanya bisa minum sedikit saja pada satu waktu, sebab itulah bayi cepat lapar.

Sebab itulah bayi perlu minum ASI sedikit-sedikit tetapi kerap.

Bayi memang perlu protein dan itu semua terkandung di dalam ASI.

Sementara di dalam air matang tidak ada apa-apa dan tidak ada proteinnya.

Jika anda penuhkan perut bayi dengan air matang, dia tidak akan bisa minum ASI karena perutnya sudah dipenuhkan dengan air matang.

Hal ini membuat bayi kekurangan nutrisi penting untuk tumbuh, berkembang dan sehat.

Keempat, untuk membuat payudara ibu dapat memproduksi banyak susu, maka diperlukan stimulasi dari bayi.

Lebih banyak bayi menyusu pada ibu, maka ia akan sering menstimulasi payudara ibu, inilah yang dinamakan supply by demand." jelasnya lagi.

Dokter Imelda, jelaskan bahaya beri minum air matang pada bayi usia di bawah 6 bulan
Dokter Imelda, jelaskan bahaya beri minum air matang pada bayi usia di bawah 6 bulan (mstar)

Selain itu, Dokter Imelda juga menjelaskan jika bayi tidak perlu diberi air matang sebelum mereka makan seperti orang dewasa.

Bahkan sang dokter menyebutkan air matang justru bisa menyebabkan darah bayi menjadi cair dan membwa risiko hyponatremia, dimana sel-sel badan tidak berfungsi termasuk sel otak, sel otot, dan sel jantung.

"Buah pinggang (ginjal) bayi sangatlah kecil, belum kuat dan berfungsi optimal seperti ginjal orang dewasa.

Ginjal bayi yang terlalu banyak menerima air matang malah membuat darah bayi lebih cair dan berkumpul dalam darah dan tidak dibuang oleh ginjal, ini yang dinamakan water intoxication.

Akibat dari water intoxication ini adalah sawan, kelemahan badan, muntah berlebihan, kerusakan otak, koma, dan kematian.

Oleh sebab itu, untuk anda yang menggunakan susu formula juga jangan terlalu banyak air.

Pesan saya yang terakhir, apa yang bagus bagi anda, jika dilakukan berlebihan justru bisa menjadi racun. The dose make the poison." tutup sang dokter.

Unggahan sang dokter pun langsung mendapat beragam respon dari warganet.

Tak sedikit juga yang ikut curhat soal sikap mertua mereka yang bertentangan dengan penjelasan sang dokter.

(Tribunnewsmaker.com/Ninda/Octavia Monalisa).

0 Response to " TANGIS Pilu Bayi yang Baru 4 Bulan Disuapi Kurma dan Pir. Ibu Geram Kini Dirawat di RS, BAB Lebih dari 30 Kali"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel