DETIK-DETIK Pesawat Garuda Dihantam Puting Beliung, Video Dalam Kabin Mencekam, Penumpang Histeris

 DETIK-DETIK Pesawat Garuda Dihantam Puting Beliung, Video Dalam Kabin Mencekam, Penumpang Histeris




TRIBUNNEWSMAKER.COM - Viral di media sosial video merekam momen mencekam pesawat Garuda rute Makassar-Palu mengalami turbulensi hebat.

Video itu viral setelah diunggah di akun Instagram @ikapratiwles pada Senin 30 Mei 2022.

Dalam keterangan video, disebutkan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 608 hendak mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (29/5/2022) sekitar pukul 14.45 WITA.

Namun ketika ban pesawat hampir menyentuh landasan pacu, tiba-tiba pilot memutuskan untuk batal landing.

Pesawat kemudian naik kembali dan berbelok ke arah kanan.

Viral video pesawat Garuda alami turbulensi hebat
Viral video pesawat Garuda alami turbulensi hebat (Instagram @ikapratiwles)

Pada saat itu, pesawat mengalami turbulensi hebat hingga membuat penumpang menangis ketakutan.


Bahkan menurut akun @ikapratiwles, suasana tiba-tiba berubah mencekam ketika terdengar suara anak-anak histetris.

Akun @ikapratiwles juga menjelaskan, pesawat gagal landing disebabkan angin puting beliung.

Berdasarkan penelusuran TribunPalu.com di situs airpotia, pesawat Garuda Indonesia rute Palu-Makassar 29 Mei 2022 dijadwalkan mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu pada pukul 14.50 WITA.

Namun akibat insiden tersebut, pesawat baru berhasil mendarat pada pukul 15.10 WITA, atau mengalami delay selama 20 menit.

Kota Palu Diterjang Puting Beliung

Pada Minggu (29/5/2022), sejumlah wilayah di Kota Palu memang dilanda cuaca buruk.

Cuaca buruk tersebut bahkan menyebabkan angin puting beliung.

Tercatat, empat kelurahan di Kota Palu terdampang angin puting beliung.

Kejadian itu mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan dan fasilias umum lainnya.

Kapolsek Palu Barat Iptu Rustang meninjau langsung dampak dari kejadian itu di wilayah hukumnya.

Ia mengatakan, empat kelurahan terdampak itu antaranya di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, tepatnya di Jl Malontara dan Jl Watungguni Huntap Duyu.

"Akibat kejadian itu sejumlah bangunan mulai dari atap higga teras rumah mengalami kerusakan, begitu juga dengan gardu PLN dan tiang listrik," ujar Iptu Rustang, Minggu (29/5/2022).

Ilustrasi angin puting beliung.
Ilustrasi angin puting beliung. (Tribunnews.com/Istimewa)

Kemudian di Kelurahan Silae, Kecamatan Palu Barat, tepatnya di Jl Penanda dan Jl St Alauddin.

Dengan kerusakan diakibatkan atap rumah, pagar, dan fasilitas PLN yakni tiang listrik patah.

Lalu juga terjadi di Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, tepatnya di Jl Malonda.

Mengakibatkan sejumlah atap rumah mengalami kerusakan.

Kemudian juga di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, berdampak pada kerusakan atap rumah.

"Tidak ada korban jiwa pada pristiwa itu, namun kerugian belum materil diketahui pasti," tutur Rustang.

Tonton video selengkapnya di sini

ALAMI Nasib Naas di Udara Begini Kabar Terbaru Pesawat Lion Air Nomor Penerbangan JT-800: 'Strike'

Insiden di udara menimpa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-800.

Pesawat naas tersebut bernomor registrasi PK-LHR dari Bandra Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar.

Meski insiden tak begitu parah namun atas kejadian tersebut ratusan penumpang terancam.

Pasalnya pesawat tersebut mengalami insiden tabrak burung di udara (bird strike), Rabu (18/5/2022) petang.

Akibatnya, pesawat yang mengangkut 222 penumpang dan 7 kru itu harus kembali mendarat di bandara asal setelah sekitar 15 menit mengudara.

Pesawat awalnya take-off pada pukul 17:52 WIB.


Pesawat udara Lion Air bernomor registrasi PK-LHR yang mengalami insiden tabrak burung (bird strike) saat terbang dari Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (18/5/2022) petang.
Pesawat udara Lion Air bernomor registrasi PK-LHR yang mengalami insiden tabrak burung (bird strike) saat terbang dari Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (18/5/2022) petang. (PLANESPOTTERS.NET/FINDRA LAVERDA)

"Hasil pengecekan pesawat, bagian depan sebelah kanan mengalami bird strike."

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendetail," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers, Kamis (19/5/2022).

Manajemen Lion Air kemudian memutuskan memberangkatkan seluruh penumpang dan kru menggunakan pesawat lain ke Makassar dengan nomor registrasi PK-LGQ pada pukul 20:13 WIB dan tiba pada pukul 22:22 Wita.

Kata Danang Mandala Prihantoro, pengoperasian pesawat dan penanganan insiden bird strike telah dijalankan menurut standar operasional prosedur (SOP).

Penerbangan JT-800 telah dipersiapkan secara tepat.

Sebelum keberangkatan, pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHR dinyatakan layak dan aman dioperasikan melalui pengecekan awal (pre flight check).

Fase mengudara (take off) berjalan normal.


Ilustrasi pesawat Lion Air.
Ilustrasi pesawat Lion Air. (en.wikipedia.org via Tribun Batam)

Namun, berkisar 15 menit setelah take-off, ada indikator di kokpit yang menunjukan indikasi tidak sesuai dengan yang semestinya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali.

Pilot memutuskan kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda (return to base atau RTB).

Pesawat pun mendarat secara normal.

Setelah pesawat parkir sempurna di tempatnya, seluruh penumpang diarahkan ke ruang tunggu.

Lion Air telah menginformasikan dampak yang timbul kepada seluruh penumpang.

Dalam dunia penerbangan, dikenal satu istilah yaitu RTB (return to base), adalah di mana suatu pesawat diharuskan untuk kembali ke bandar udara di mana pesawat itu berangkat (setelah mengudara/airborne).

RTB bisa terjadi karena dua faktor, yaitu teknis dan nonteknis.

Faktor teknis umumnya terjadi karena adanya gangguan pada sistem pesawat seperti mesin, struktur atau mekanisme teknis operasional pesawat yang menyebabkan kemampuan (capability) pesawat dalam melakukan penerbangan berkurang hingga di bawah 50 persen.

Sementara faktor nonteknis terjadi karena gangguan nonteknis.

Ganggguan tersebut contohnya ada penumpang sakit yang membutuhkan penanganan secepat mungkin dan masih dalam radius kurang dari 1 jam dari bandara awal, serta cuaca di bandara awal masih memungkinkan, atau bandara tujuan tutup.

Tentang PK-LHR

Pesawat Lion Air yang return to base adalah Boeing 737-900ER (Extended Range).

Pesawat tipe ini adalah varian dari pesawat Boeing 737 yang pertama kali di dunia digunakan Lion Air ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan 737-900 yang telah diproduksi sebelumnya.

Kokpit pesawat Boeing 737-900 ER telah dilengkapi dengan Head Up Display (HUD).

Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer atau pesawat tempur.

Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik secara vertikal maupun horisontal.

Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit.

Sistem glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru.

Boeing 737-900ER ini adalah pesawat kategori short-to-medium range twinjet atau pesawat jet mesin ganda dengan jarak tempuh dekat hingga sedang yang diperkenalkan pertama kali pada tanggal 18 Juli 2005 oleh Boeing yang ketika itu telah berlogo Lion Air dan Boeing.

Dimensi pesawat ini identik dengan tipe 737-900 tetapi dengan sedikit perbedaan di struktur badannya sehingga membuat 737-900ER dapat membawa penumpang lebih banyak dan dapat terbang lebih jauh dibanding pendahulunya.

Pesawat ini bisa membawa 215 penumpang sedangkan 737-900 yang hanya sekitar 189 penumpang atau lebih banyak 26 penumpang.

Teknologi yang dipunyainya juga merupakan teknologi terbaru saat ini yang menjadikan pesawat ini bisa mendarat di runway pendek.

Perbedaaan lainnya adalah pada kedua sayap ada tambahan sayap kecil yang disebut winglet.

Winglet ini mampu mereduksi wing tip fortexis, yakni terjadinya gelombang udara atau turbulence di ujung sayap, sehingga pesawat lebih stabil ketika terbang.

Winglet akan berfungsi pada saat pesawat take off karena bisa lebih hemat bahan bakar walaupun tidak begitu signifikan penghematannya.

Boeing 737-900ER juga lebih hemat bahan bakar dan mempunyai jarak tempuh yang lebih jauh dari generasi sebelumnya.(Tribun Palu/Tribun-Timur.com)


0 Response to "DETIK-DETIK Pesawat Garuda Dihantam Puting Beliung, Video Dalam Kabin Mencekam, Penumpang Histeris"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel