Beli BBM Sekarang Dibatasi Ini Daftar Kendaraan yang Tak Bisa Beli Pertalite, Sesuai Kapasitas Mesin

 Beli BBM Sekarang Dibatasi Ini Daftar Kendaraan yang Tak Bisa Beli Pertalite, Sesuai Kapasitas Mesin


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Beli BBM sekarang dibatasi ini daftar kendaraan yang tak bisa beli Pertalite.

tidak hanya roda empat namun ada juga dari golongan kendaraan roda dua.

Wacana sementara pembatasan konsumsi Pertalite akan diukur dari kapasitas mesin kendaraan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) masih melakukan kajian mengenai rencana pembatasan pembelian Pertalite.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengungkapkan, kajian dilakukan pada kendaraan di atas 2.000 cc.

"Sementara hasil kajiannya begitu (untuk kendaraan di atas 2.000 cc)," kata Saleh seperti dilansir Kontan.co.id, Senin (27/6/2022).

Sementara untuk kendaraan roda dua, kajian dilakukan untuk sepeda motor di atas 250 cc.


Antrean pengendara sepeda motor membeli Pertalite di salah satu SPBU di Jepara, Rabu (15/6/2022).
Antrean pengendara sepeda motor membeli Pertalite di salah satu SPBU di Jepara, Rabu (15/6/2022). (YUNANSETIAWAN/TRIBUNJATENG)

Di sisi lain, PT Pertamina kini telah memulai untuk ujicoba program pengaturan distribusi Pertalite.

Salah satunya dengan mendorong masyarakat mendaftarkan diri melalui aplikasi MyPertamina.

Saleh menilai, ujicoba ini memang perlu dilakukan.

Salah satunya yakni demi menjamin implementasi pembatasan pembelian Pertalite saat aturan resmi berlaku.

Sebelumnya, BPH Migas menargetkan aturan pembelian Pertalite ini dapat mulai diterapkan pada Agustus 2022.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, saat ini revisi ketentuan tersebut masih berproses.

Sebagai informasi, dalam upaya memperbaiki penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, pemerintah bakal merevisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.


Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre bahan bakar minyak jenis pertalite di salah satu SPBU Semarang.
Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre bahan bakar minyak jenis pertalite di salah satu SPBU Semarang. (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

"Sebenarnya kami punya target dari BPH sendiri, kami ingin itu dimulai Agustus atau paling lambat September itu sudah bisa diberlakukan tapi tentu saja kewenangan itu bukan di kami karena itu perpres," kata Erika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Kamis (23/6/2022).

Menurut Erika, poin-poin usulan untuk merevisi Perpres tersebut telah disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Presiden Joko Widodo.

BPH Migas masih menanti undangan untuk pembahasan lebih lanjut.

Salah satu poin yang bakal dibahas dalam pembahasan tersebut yakni dampak khususnya untuk aspek sosial jika kebijakan baru tersebut diberlakukan.

Yang jelas, dalam aturan yang baru tersebut, BPH Migas merencanakan adanya pengaturan atau identifikasi ulang untuk konsumen pengguna jenis BBM tertentu solar.

Selain itu, juga akan diatur ketentuan untuk konsumen pengguna Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

Ilustrasi petugas SPBU Pertamina menunjukkan harga BBM terbaru.
Ilustrasi petugas SPBU Pertamina menunjukkan harga BBM terbaru. (Istimewa)

Erika memastikan sejumlah persiapan lain juga tengah dilakukan BPH Migas.

"Kami menyiapkan aturan turunannya berupa Peraturan Kepala dan Surat Keputusan," kata Erika.

Adapun, aturan turunan tersebut berupa peraturan BPH Migas sebagai aturan pelaksanaan dan SK yang memuat ketentuan pengendalian volume BBM subsidi.

1. Harga Pertamax

1. Prov. Nanggroe Aceh Darussalam: Rp 12.500

2. Prov. Sumatera Utara: Rp 12.750

3. Prov. Sumatera Barat: Rp 12.750

4. Prov. Riau: Rp 13.000

5. Prov. Kepulauan Riau: Rp 13.000

6. Kodya Batam (FTZ): Rp 13.000

7. Prov. Jambi: Rp 12.750

8. Prov. Bengkulu: Rp 13.000

9. Prov. Sumatera Selatan: Rp 12.750

10. Prov. Bangka-Belitung: Rp 12.750

11. Prov. Lampung: Rp 12.750

12. Prov. DKI Jakarta: Rp 12.500

13. Prov. Banten: Rp 12.500

14. Prov. Jawa Barat : Rp 12.500

15. Prov. Jawa Tengah: Rp 12.500

16. Prov. DI Yogyakarta: Rp 12.500

17. Prov. Jawa Timur: Rp 12.500

18. Prov. Kalimantan Barat: Rp 12.750

19. Prov. Kalimantan Tengah: Rp 12.750

20. Prov. Bali: Rp 12.500

21. Prov. Nusa Tenggara Barat: Rp 12.500

22. Prov. Nusa Tenggara Timur: Rp 12.500

23. Prov. Kalimantan Selatan: Rp 12.750

24. Prov. Kalimantan Timur: Rp 12.750

25. Prov. Kalimantan Utara: Rp 12.750

26. Prov. Sulawesi Utara: Rp 12.750

27. Prov. Gorontalo: Rp 12.750

28. Prov. Sulawesi Tengah: Rp 12.750

29. Prov. Sulawesi Tenggara: Rp 12.750

30. Prov. Sulawesi Selatan: Rp 12.750

31. Prov. Sulawesi Barat: Rp 12.750

32. Prov. Maluku: Rp 12.750

33. Prov. Maluku Utara: Rp 12.750

34. Prov. Papua: Rp 12.750

35. Prov. Papua Barat: Rp 12.750

2. Harga Pertalite

- Nanggroe Aceh Darussalam: Rp 7.650

- Sumatera Utara: Rp 7.850

- Sumatera Barat: Rp 7.850

- Riau: Rp 7.650

- Kepulauan Riau: Rp 8.000

- Kodya Batam (FTZ): Rp 8.000

- Jambi: Rp 7.850

- Bengkulu: Rp 8.000

- Sumatera Selatan: Rp 7.850

- Bangka Belitung: Rp 7.850

- Lampung: Rp 7.850

- DKI Jakarta: Rp 7.650

- Banten: Rp 7.650

- Jawa Barat: Rp 7.650

- Jawa Tengah: Rp 7.650

- DI Yogyakarta: Rp 7.650

- Jawa Timur: Rp 7.650

- Bali: Rp 7.650

- Nusa Tenggara Barat: Rp 7.650

- Nusa Tenggara Timur: Rp 7.650

- Kalimantan Barat: Rp 7.850

- Kalimantan Tengah: Rp 7.850

- Kalimantan Selatan: Rp 7.850

- Kalimantan Timur: Rp 7.850

- Kalimantan Utara: Rp 7.850

- Sulawesi Utara: Rp 7.850

- Gorontalo: Rp 7.850

- Sulawesi Tengah: Rp 7.850

- Sulawesi Tenggara: Rp 7.850

- Sulawesi Selatan: Rp 7.850

- Sulawesi Barat: Rp 7.850

- Maluku: Rp 7.850

- Maluku Utara: Rp 7.850

- Papua: Rp 7.850

- Papua Barat: Rp 7.850

3. Harga Pertamax Turbo

- Nanggroe Aceh Darussalam: Rp 14.500

- Sumatera Utara: Rp 14.800

- Sumatera Barat: Rp 14.300

- Riau: Rp 15.100

- Kepulauan Riau: Rp 15.100

- Kodya Batam (FTZ): Rp 15.100

- Jambi: Rp 14.800

- Bengkulu: Rp 15.100

- Sumatera Selatan: Rp 14.800

- Bangka Belitung: Rp 14.800

- Lampung: Rp 14.800

- DKI Jakarta: Rp 14.500

- Banten: Rp 14.500

- Jawa Barat: Rp 14.500

- Jawa Tengah: Rp 14.500

- DI Yogyakarta: Rp 14.500

- Jawa Timur: Rp 14.500

- Bali: Rp 14.500

- Nusa Tenggara Barat: Rp 14.500

- Nusa Tenggara Timur: Rp 14.500

- Kalimantan Barat: Rp 14.800

- Kalimantan Tengah: Rp 14.800

- Kalimantan Selatan: Rp 14.800

- Kalimantan Timur: Rp 14.800

- Kalimantan Utara: Rp 14.800

- Sulawesi Utara: Rp 14.800

- Gorontalo: Rp 14.800

- Sulawesi Tengah: Rp 14.800

- Sulawesi Tenggara: Rp 14.800

- Sulawesi Selatan: Rp 14.800

- Sulawesi Barat: Rp 14.800

- Maluku: Rp 14.800

- Maluku Utara: Rp 14.800

- Papua: Rp 14.800

- Papua Barat: Rp 14.800

(TribunJateng.com)

0 Response to "Beli BBM Sekarang Dibatasi Ini Daftar Kendaraan yang Tak Bisa Beli Pertalite, Sesuai Kapasitas Mesin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel