Dulu Prank Kapolda Sumsel Karena Beri Sumbangan Rp 2 Triliun Bohongan, Begini Kabar Heriyanti

 Dulu Prank Kapolda Sumsel Karena Beri Sumbangan Rp 2 Triliun Bohongan, Begini Kabar Heriyanti


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dulu pernah ngeprank Kapolda Sumsel beri sumbangan Rp 2 triliun bohongan, begini kabar Heriyanti.

Heriyanti merupakan wanita yang mengaku seorang anak dari mendiang Akidi Tio.

Heriyanti mengaku bakal menyumbangkan Rp 2 triliun untk pencegahan Covid-19 di Palembang.

Namun nyatanya, uang sumbangan Rp 2 triliun itu tidak ada hingga bikin Irjen Pol Eko Indra Heri yang menjabat Kapolda Sumatera Selatan (Sulsel) kena dampaknya.

Heriyanti pun akhirnya berurusan dengan hukum atas dugaan penipuan sumbangan Rp 2 triliun.

Lantas bagaimana kabar Heriyanti sekarang?

Bagaimana pula perkembangan kasusnya?


Heriyanti, anak Akidi Tio yang diduga melakukan penipuan bantuan Rp 2 Triliun saat berada di Mapolda Sumatera Selatan tahun 2021 lalu (Istimewa) dan Heriyanti saat memberi sumbangan secara simbolis di Mapolda Sumsel, Senin 26 Juli 2021 (Polda Sumsel). Begini kabar terakhir Heriyanti sang pemberi sumbangan palsu Rp 2 triliun.
Heriyanti, anak Akidi Tio yang diduga melakukan penipuan bantuan Rp 2 Triliun saat berada di Mapolda Sumatera Selatan tahun 2021 lalu (Istimewa) dan Heriyanti saat memberi sumbangan secara simbolis di Mapolda Sumsel, Senin 26 Juli 2021 (Polda Sumsel). Begini kabar terakhir Heriyanti sang pemberi sumbangan palsu Rp 2 triliun. (Kolase Tribun Sumsel)

Berikut selengkapnya!

Kabar terakhir soal kasus kasus dugaan penipuan sumbangan Rp 2 triliun yang diberikan oleh Heriyanti diungkap pada Maret 2022.

Disebutkan, kasus tersebut masih bergulir di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan, penyidik dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut.

Bahkan, Anwar mengaku akan segera menyampaikan hasil pemeriksaan tes kejiwaan terhadap Heriyanti.

"Hasil pemeriksaan kejiwaannya tinggal kami ambil dari dokter, setelah itu akan dilakukan gelar perkara."

"Hasilnya nanti akan disampaikan," kata Anwar, Senin (14/3/2022), dilansir dari Kompas.com.


Heriyanti anak Akidi Tio yang melakukan penipuan bantuan Rp 2 Triliun saat berada di Polda Sumatera Selatan, Senin (2/8/2021).
Heriyanti anak Akidi Tio yang melakukan penipuan bantuan Rp 2 Triliun saat berada di Polda Sumatera Selatan, Senin (2/8/2021). (KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Anwar mengatakan, hasil pemeriksaan kejiwaan Heriyanti menjadi penting untuk menentukan lanjutan kasus tersebut apakah nantinya masuk ke ranah pidana atau bukan.

"Kami lagi persiapan untuk gelar perkara. Termasuk dugaan penipuan yang dilaporkan oleh seorang dokter terhadap Heriyanti," ujarnya.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Sumsel sempat melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Heriyanti terkait kasus sumbangan Rp 2 triliun yang sampai saat ini tak kunjung cair.

Heriyanti dibawa penyidik untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Nantinya, hasil pemeriksaan kejiwaan Heriyanti menjadi alat bukti pendukung dalam kasus tersebut sebelum penyidik menentukan status hukumnya.

Dalam kasus ini, mantan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri sempat diperiksa oleh tim internal Mabes Polri terkait bantuan Rp 2 triliun itu.

Heriyanti pun sempat dimintai keterangan terkait bantuan itu, namun setelah dilakukan penyelidikan bilyet giro yang ia berikan ke Polda Sumatera Selatan ternyata tak mencukupi saldo sebesar Rp 2 triliun.

Sumbangan Rp 2 Triliun

Diberitakan sebelumnya, Heriyanti mengatasnamakan mendiang sang ayah, Akidi Tio, menyampaikan ingin memberi bantuan bernilai fantastis sebesar Rp 2 Triliun bagi masyarakat Sumsel, Senin (26/7/2021)

Heriyanti berniat menitipkan bantuan tersebut kepada Kapolda Sumsel yang saat itu dijabat Irjen Pol Eko Indra Heri.

Titipan berupa simbolis itu melalui dokter pribadi keluarga Akidi Tio di Palembang, Hardi Darmawan.

Penyerahan simbolis dana bantuan tersebut turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji bertempat di Mapolda Sumsel.

Namun belakang diketahui rencana pemberian dana bantuan tersebut diduga hanya "prank".

Sebab hingga kini yang sudah memasuki tahun 2021, dana bantuan tersebut tak kunjung cair bahkan secara berangsur membuka sejumlah fakta-fakta kehidupan Heriyanti.

Atas dugaan prank tersebut, Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Heriyanti.

Heriyanti tersandung kasus lain

Selain kasus sumbangan Rp 2 triliunHeriyanti juga tersandung kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 2,5 miliar yang dilaporkan seorang dokter di Palembang, bernama Siti Mirza.

Laporan itu resmi dibuat oleh pengacara Siti, Rangga Afrianto ke Polda Sumatera Selatan pada Rabu (11/8/2021) lalu di Polda Sumatera Selatan.

Rangga mengatakan, seluruh bukti telah diserahkan kepada penyidik terkait transaksi bisnis yang dilakukan antara Heriyanti dan Siti.

(Kompas.com/ Kontributor Palembang, Aji YK Putra/Tribun-Timur.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Masih Ingat Heriyanti Anak Akidi Tio? Begini Kabar Terakhir Sang Pemberi Sumbangan Palsu Rp 2 T.

0 Response to "Dulu Prank Kapolda Sumsel Karena Beri Sumbangan Rp 2 Triliun Bohongan, Begini Kabar Heriyanti"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel