SUASANA Haru Upacara KBRI Swiss Untuk Pemulangan Jenazah Eril Anak Ridwan Kamil? Cek Faktanya Disini!!

 SUASANA Haru Upacara KBRI Swiss Untuk Pemulangan Jenazah Eril Anak Ridwan Kamil? Cek Faktanya Disini!!


Jasad Eril, Anak Ridwan Kamil akhirnya ditemukan setelah dilakukan pencarian selama 14 hari akibat menghilang saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Seperti diketahui, pengadilan setempat memutuskan bahwa keluarga bisa membawa pulang Jenazah Eril ke Tanah Air.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dikabarkan telah berada di Swiss untuk mengurus kepulangan jenazah anaknya.

Namun baru baru ini ada sebuah kanal YouTube yang menginformasikan, bahwa kepulangan Erik akan di lakukan upacara, untuk mengetahui kebenarannya. Mari kita simak Prosedurnya  untuk kepulangan Erik berikut ini.


Prosedur dan syarat pemulangan jenazah ke Tanah Air tentu sedikit berbeda karena melibatkan otoritas lintas negara.

Pemulangan jenazah dari luar negeri ke dalam negeri harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditentukan di negara yang bersangkutan, seperti dokumen keimigrasian dan lainnya.

Banyak orang bepergian ke luar negeri dengan berbagai alasan. Entah karena pekerjaan, menempuh pendidikan, atau hanya sekedar jalan-jalan menikmati liburan.

Tak jarang dijumpai dari para pelaku perjalanan luar negeri ini ada yang mesti dipulangkan dalam keadaan tidak bernyawa.

Selain suasana duka yang menyelimuti, keluarga pun harus mengurus pemulangan jenazah dari luar negeri ke Indonesia yang tentu akan memakan waktu cukup lama.

Dikutip mediakupang.pikiran-rakyat.com, dari Indonesia.go.id, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan membantu proses administratif untuk memulangkan jenazah ke Indonesia. Namun, beberapa syarat wajib dipenuhi oleh orang yang mengurus kepulangan jenazah, antara lain:


1. Permohonan mengekspor jenazah dari agensi resmi;
2. Paspor almarhum dan pengiring jenazah yang masih berlaku;
3. Medical Certificate of Cause of Death (MCCD) atau Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK) dari rumah sakit;
4. Izin ekspor otoritas setempat;
5. Certification of Sealing (Sertifikat Penyegelan), dan
6. Certification of Embalming (Sertifikat Pembalsaman) dari rumah sakit otoritas.

Jika syarat-syarat telah dipenuhi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di wilayah negara tersebut akan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang mengurusi jenazah.

Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) akan menanggung biaya memulangkan jenazah apabila pihak keluarga yang ditinggalkan kurang mampu. Untuk hal itu diperlukan surat keterangan tidak mampu yang kemudian dikirimkan ke Kemlu. Jika keluarga dalam kondisi mampu, KJRI dan KBRI hanya akan mengurus perkara administrasi.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk memulangkan jenazah ke Indonesia, yakni jalur darat dan udara. Secara umum, proses pemulangan kedua cara itu sama. Pihak yang berwenang untuk mengurus jenazah tersebut berawal dari pihak perusahaan atau orang yang bertanggung jawab.

Sejak dinyatakan atau diketahui ada WNI yang meninggal dunia, pihak perusahaan yang bertanggung jawab wajib melaporkan hal tersebut kepada pihak KJRI maupun pihak kepolisian.

Apabila jenazah tersebut meninggal dalam kondisi yang tidak wajar atau di luar penanganan rumah sakit, maka pihak kepolisian akan meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Hasil otopsi juga diperlukan sebagai persyaratan mengurus klaim asuransi.

Selanjutnya, agen resmi pengiriman jenazah kemudian mempersiapkan peti mati yang disesuaikan dengan tujuan dan cara pengiriman. Untuk jalur darat, biasanya cukup menggunakan peti jenazah biasa.

Sedangkan untuk pengiriman melalui pesawat terbang, peti jenazah yang digunakan harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh dinas kesehatan setempat dan petugas terkait di semua bandara di Indonesia. Pihak agen selanjutnya memberitahukan jadwal keberangkatan dan perkiraan waktu tiba di tempat tujuan.

Ingat, selalu gunakan jalur yang resmi untuk memulangkan jenazah kembali ke Indonesia. Sebab jika menggunakan jalur yang tidak resmi, proses pemulangan jenazah bisa dimanfaatkan untuk melakukan tindak criminal seperti penyelundupan narkotika dan barang-barang terlarang.

Selain narkoba, dikhawatirkan praktik tersebut membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terlebih jika mayat tersebut mengidap penyakit menular. Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah sudah melakukan upaya-upaya pencegahan, di antaranya dengan melakukan diseminasi informasi, termasuk menyurati dan mengumpulkan agen pengiriman jenazah.

Sejauh ini pihak KJRI juga sudah menegur agen yang melakukan pengiriman jenazah di luar prosedur. Bahkan jika jalur resmi tak dipatuhi, pemerintah akan memasukkan agen-agen tersebut ke dalam daftar cekal.***

NB: Berkaitan dengan konten sebuah kanal YouTube yang menginformasikan bahwa jenazah Eril di pulangkan melalui upacara adalah hoax.

0 Response to "SUASANA Haru Upacara KBRI Swiss Untuk Pemulangan Jenazah Eril Anak Ridwan Kamil? Cek Faktanya Disini!!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel