KISAH Mantan Pramugari Jadi Mualaf, Berawal Antar Jemaah Umroh, Pesan Menyentuh Ayah: Merasa Tenang

 KISAH Mantan Pramugari Jadi Mualaf, Berawal Antar Jemaah Umroh, Pesan Menyentuh Ayah: Merasa Tenang


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pindah keyakinan bukanlah keputusan yang mudah.

Bersifat personal, dibutuhkan kesiapan matang dan kemantapan hati untuk berpindah keyakinan.

Ada berbagai alasan seseorang memutuskan untuk pindah keyakinan.

Hidayah untuk berpindah keyakinan juga berbeda-beda bagi setiap insan yang mengalaminya.

Seperti yang dirasakan seorang wanita di Malaysia, Nur Elisha Zulaikha yang mendapat hidayah untuk menjadi mualaf ketika menjadi pramugari dalam penerbangan jemaah umroh ke Jeddah.

Nur Elisha Zulaikha mengaku sebenarnya mulai tertarik dengan agama Islam sejak masih remaja.

Ia sering memakai baju kurung saat berangkat sekolah.


Nur Elisha, mantan pramugari menjadi mualaf setelah dapat hidayah kala bertugas dalam penerbangan jemaah umroh ke Jeddah
Nur Elisha, mantan pramugari menjadi mualaf setelah dapat hidayah kala bertugas dalam penerbangan jemaah umroh ke Jeddah (mStar)

Hal itu bahkan disadari oleh ibunya sendiri.

"Saat SMA, tidak tahu mengapa ketika melihat teman-teman Muslim saya merasa tenang dan senang.

Dari situ saya tertarik pakai baju kurung sampai ibu saya bilang 'Setiap hari pakai baju kurung mau masuk Islam?'," kenang Nur Elisha seperti dikutip TribunStyle.com dari mStar pada Senin, 4 Juli 2022.

Kala itu Nur Elisha tak menghiraukan hidayah tersebut.

Ia pun tidak percaya pindah agama.

"Mungkin waktu itu sudah dapat hidayah Allah tapi saya abaikan karena tidak percaya pindah agama. Apalagi saya anak tunggal jadi sulit untuk itu terjadi," lanjutnya.

Setelah lulus sekolah, Nur Elisha lanjut menjadi pramugari.

Ia kembali mendapat hidayah untuk menjadi mualaf.

Saat itu Nur Elisha masih berusia 21 tahun.

Ia terpilih untuk mengatar penerbangan jemaah umroh ke Jeddah.

"Karena berbeda agama, saya cari informasi tentang pakaian dan warna yang cocok ketika di sana. Selain Google, saya juga tanya teman-teman yang Muslim.

Jadi saya dapat gamis dan kerudung yang memang disukai untuk dipakai saat di sana," kenang Nur Elisha.

Saat berada di Tanah Suci, Nur Elisha mengaku sangat damai.

"Saat sampai di lokasi, saya merasa tenang dan entah kenapa pikiran dan hati saya terasa kosong," kata Nur Elisha.

Seiring waktu berjalan, ibunda cukup memperhatikan Nur Elisha.

Ia kemudian bertanya mengenai teman-teman dan pacar putrinya.

"Ibu saya tanya mengapa saya tidak pernah memperkenalkan teman atau pacar. Bahkan ibu saya pernah berpikir bahwa pacar saya adalah seorang Muslim.

Jadi saya bilang kepada ibu saya untuk tidak khawatir karena mereka semua hanya berteman, sampai saya bertemu dengan seorang pria yang sekarang menjadi suami saya," tambahnya.

Pria tersebut ternyata ingin segera memperistri Nur Elisha.

Namun Nur Elisha bingung memberitahukan hal tersebut kepada orangtuanya.

"Dia bilang tidak ingin berteman lama dan ingin segera memperistri saya, saya khawatir dan tidak tahu cara terbaik menginformasikan hubungan kami kepada orangtua," papar Nur Elisha.

Nur Elisha akhirnya mengenalkan pria tersebut kepada ibunya.

Ia juga telah bertemu dengan orangtua sang kekasih dan diperlakukan dengan sangat baik.

Nur Elisha kemudian mulai memberanikan diri untuk memberitahu orangtuanya mengenai keinginan memeluk agama Islam.

Ia meyakinkan mereka bahwa keputusan menjadi mualaf terjadi setelah mendapat beberapa hidayah.


Nur Elisha, mantan pramugari menjadi mualaf setelah dapat hidayah kala bertugas dalam penerbangan jemaah umroh ke Jeddah
Nur Elisha, mantan pramugari menjadi mualaf setelah dapat hidayah kala bertugas dalam penerbangan jemaah umroh ke Jeddah (mStar)

Nur Elisha juga berjanji tak akan memutus hubungan keluarga meski berbeda keyakinan.

"Ibuku terus bertanya apakah saya benar-benar ingin memeluk Islam. Suaranya terisak saat itu.

Untuk menenangkan ibu, saya menyatakan bahwa hubungan keluarga tidak akan terputus hanya karena agama berubah. Saya katakan tidak akan ada yang berubah kecuali tata cara salat dan larangan makan," ujar Nur Elisha.

"Saya membujuk ibu saya dan mengatakan kepadanya bahwa saya masih bisa meneleponnya, kembali dan tidur dengannya seperti biasa," imbuhnya.

Nur Elisha lanjut memberitahu hal itu kepada ayahnya.

Ia mengaku sempat takut karena ayahnya cukup galak.

"Ayah saya diam saat itu kemudian dia bertanya apakah benar datau tidak saya ingin memeluk Islam. Tiga kali dia menanyakan pertanyaan yang sama dan saya menyatakan bahwa itu untuk diri saya sendiri serta ingin bertobat bukan karena cinta atau siapapun," jelas Nur Elisha.

Di hari mengucap dua kalimat syahadat, Nur Elisha mengaku orangtuanya tidak bisa hadir.

Meski sedih, ia cukup terkejut saat ayahnya tiba-tiba menelepon.

Sang ayah memberikan nasihat menyentuh.

"Ayah bilang kalau sudah masuk Islam, jangan berhenti belajar. Harus cari ilmu dan jangan mempermainkan agama Islam seperti beberapa orang lain yang tidak belajar dengan baik sehingga kembali ke agama asal.

Pesan ayah itu tersemat di hati saya dan akan saya turuti," terangnya.

Kini sudah dua tahun Nur Elisha menganut agama Islam.

Ia juga telah menikah dengan pria yang ia kenalkan kepada sang ibu.

Setelah Nur Elisha menikah, maskapai penerbangan tempat ia bekerja kembali menawarinya pekerjaan, namun ia menolak karena ingin memperdalam ilmu agama.

(TribunStyle/Febriana)

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Eks Pramugari Jadi Mualaf, Tenang seusai Antar Jemaah Umroh, Bersyahadat Tanpa Ortu, Syok Pesan Ayah

0 Response to "KISAH Mantan Pramugari Jadi Mualaf, Berawal Antar Jemaah Umroh, Pesan Menyentuh Ayah: Merasa Tenang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel