PILU Suami, Istri Hamil 4 Bulan Diterjang Banjir, Jasadnya Ditemukan Peluk Erat Tubuh Ibu Mertua

 PILU Suami, Istri Hamil 4 Bulan Diterjang Banjir, Jasadnya Ditemukan Peluk Erat Tubuh Ibu Mertua


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Viral jasad seorang ibu hamil yang menjadi korban banjir bandang ditemukan dalam kondisi yang membuat hati suami trenyuh.

Melansir Ohbulan, banjir bandang besar menerjang kawasan Baling, Kedah, Malaysia pada Senin 4 Juli 2022.

Kawasan tersebut diterpa hujan lebat selama tiga jam tanpa berhenti, membuat Sungai Kupang meluap dan memicu banjir bandang.

Dua daerah yang paling parah dihempas banjir adalah Kampung Iboi dan Kampung Tanjung Luas di Mukim, Kupang.

Terdapat sekurang-kurangnya 20 rumah penduduk di wilayah Kupang mengalami kerusakan parah.

Banjir bandang juga membuat tiga penduduk desa hanyut terbawa arus bersama dengan puing-puing bangunan.


Potret pernikahan Anis dan suaminya semasa hidup
Potret pernikahan Anis dan suaminya semasa hidup (Ohbulan)

Keesokan harinya pada Selasa 5 Juli 2022, ketiga orang yang hanyut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Yang membuat trenyuh, satu di antara ketiga korban merupakan wanita hamil yang tengah mengandung empat bulan.

Nurul Anis Abu Hassan nama wanita tersebut, ditemukan dalam kondisi yang membuat trenyuh.

Pasalnya, jasad Anis ditemukan dalam kondisi tengah memeluk ibu mertuanya, Salmah Mat Akib.

Tubuh Anis dan Salmah berpelukan di bawah timbunan batang pohon yang hanyut terbawa arus.

Sementara seorang korban lagi bernama Ikhwan Nor Azman ditemukan tidak jauh dari lokasi tubuh Anis.

Ketiga korban ini diketahui merupakan satu keluarga.

Salmah mertua Anis, sudah berusia senja dan dalam kondisi lumpuh.

Diduga Anis yang tengah mengandung itu tak bisa meninggalkan ibu mertuanya yang lumpuh ketika banjir datang.

Suami Anis pilu kehilangan istri sekaligus ibu
Suami Anis pilu kehilangan istri sekaligus ibu (Astroawani)

Alih-alih menyelamatkan diri, Anis memilih untuk membersamai ibu mertuanya hingga akhirnya ajal menjemput mereka berdua.

Suami Anis bernama Khairul Asyraf tidak ada di rumah ketika peristiwa terjadi.

Khairul bekerja di Pulau Pinang, jauh dari rumah.

Kini Khairul hanya bisa pasrah harus kehilangan istri sekaligus ibunya dalam waktu bersamaan.

Menurut Khairul, istrinya sempat memberikan nama kepada calon anak mereka sebelum meninggal.

Anis ingin memberi nama anaknya dengan sebutan Muhammad Aidan.

Khairul juga bersaksi bahwa Anis adalah sosok istri yang baik dan penurut.

"Dia istri yang baik, istri yang patuh. Dia juga yang minta untuk menjaga ibu saya karena ibu sudah lumpuh," ungkap Khairul.

Curhat Kesedihan Sahabat

Kolase foto kenangan Anis korban banjir bandang di Malaysia semasa hidup
Kolase foto kenangan Anis korban banjir bandang di Malaysia semasa hidup (Ohbulan/Astroawani)

Sementara itu, seorang sahabat Anis meluapkan rasa sedihnya melalui unggahan di akun TikTok.

Suria Abdullah mengunggah potret kenangan sang sahabat semasa hidupnya.

Ia turut mengucap rasa duka dan mendoakan agar Anis serta anaknya berada di tempat yang baik di sisinya.

"Al-Fatihah sahabatku dan baby dalam kandungan semoga di tempatkan dalam orang2 beriman," tulis Suria.

Kisah haru Anis ini kini menjadi viral di Malaysia.

Banyak orang mendoakan kepergiannya.

Tonton video selengkapnya di sini

Banjir Melanda, Pasangan Pengantin di Lamongan Naik Perahu ke Lokasi Resepsi, Gandengan di Perahu

Cerita seputar pengantin yang menerobos banjir demi mewujudkan pernikahan impian kembali terjadi.

Kali ini pasangan pengantin di Lamongan lah yang mengalaminya.

Pasangan pengantin yang sedang berbahagia ini rela menerobos banjir menuju lokasi resepsi pernikahan.

Banjir yang melanda di 6 kecamatan di Lamongan Jawa Timur tidak mengubah niat dua keluarga di Desa Morocalan, Kecamatan Glagah untuk menikahkan anggota keluarganya sesuai waktu yang direncanakan sebelum banjir datang.

Prosesi pernikahan antara keluarga asal Glagah Lamongan dengan Dukun Gresik ini cukup unik.

Pasangan pengantin terpaksa harus naik perahu untuk menuju lokasi acara digelar.

Bahkan sebuah video pasangan pengantin naik perahu sedang ramai di media sosial. 


Pasangan pengantin yang sedang bahagia, Ahmad Hadi Susiswo dan Nurul Izzati, meski saat resepsi harus naik perahu karena tempatnya kebanjiran, Kamis (30/12/2021)
Pasangan pengantin yang sedang bahagia, Ahmad Hadi Susiswo dan Nurul Izzati, meski saat resepsi harus naik perahu karena tempatnya kebanjiran, Kamis (30/12/2021) (Instagram)

Pasangan pengantin naik perahu lantaran banjir menggenangi jalan desa menuju rumah sang mempelai. 

Video pendek berdurasi 22 detik ini terlihat, kedua mempelai, laki-laki dan perempuan, berada di atas perahu yang melaju di jalan desa yang tergenang.

Selain pasangan pengantin, seorang anak juga nampak naik di perahu tersebut. 

Sementara, di depan perahu yang menurut narasi video yang beredar terjadi di Desa Morocalan, Kecamatan Glagah itu nampak seseorang yang mengarahkan perahu. 

Kepala Desa Morocalan Kecamatan Glagah, Ridwan dikonfirmasi membenarkan jika peristiwa pasangan pengantin yang naik perahu tersebut memang terjadi di desanya. 

Ridwan mengungkapkan, acara pernikahan itu sendiri berlangsung di Dusun Moro, Desa Morocalan.

"Pasangan bahagia yang menikah itu adalah Ahmad Hadi Susiswo dan Nurul Izzati," kata Kades Ridwan ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/12/2021).

Ridwan menyebut, acara pernikahan yang kini ramai dan viral di media sosial itu sendiri telah berlangsung pada Kamis  (30/12/2021). 

Pasangan pengantin dinaikkan perahu karena jalan desa yang harus dilalui kedua pasangan itu terendam banjir setinggi lutut orang dewasa sejak beberapa hari terakhir ini. 


Banjir
Banjir (Istimewa via Pos Kupang)

"Si wanita warga Dukun, Gresik, yang laki-laki warga Morocalan," katanya.

Ridwan menambahkan, jalan tergenang banjir yang harus dilalui pasangan pengantin ini panjangnya sekitar 100 meter. 

Sementara di rumah mempelai laki-laki tidak ada tenda (terop) karena banjir.

"Di sini (Glagah, red) tidak memasang terop karena banjir," katanya.

Ridwan menuturkan, Desa Morocalan saat ini memang tengah terkena musibah banjir akibat luapan Bengawan Jero.

Tidak hanya jalan, sejumlah rumah dan tambak di desa ini juga terendam banjir.

Banjir sudah berlangsung sejak beberapa pekan ini. Dan belum ada tanda-tanda banjir akan surut.

(Tribunnewsmaker/Galuh Palupi/TribunJatim)

0 Response to "PILU Suami, Istri Hamil 4 Bulan Diterjang Banjir, Jasadnya Ditemukan Peluk Erat Tubuh Ibu Mertua"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel