'Tak Terbantahkan' Susno Djuaji Sebut Dokter yang Autopsi Jenazah Brigadir J Harusnya Dinonaktifkan

 'Tak Terbantahkan' Susno Djuaji Sebut Dokter yang Autopsi Jenazah Brigadir J Harusnya Dinonaktifkan


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus kematian Brigadir J turut menyita perhatian mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Djuaji.

Sama seperti pihak lainnya, Susno Djuaji juga merasakan banyak kejanggalan di balik kematian Brigadir J.

Bahkan kini Susno Djuaji menyebut dokter yang pertama kali mengautopsi jenazah Brigadir J harusnya turut dinonaktifkan.

Untuk hal tersebut mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) ini mengaku memiliki alasan khusus dan logis.

Hal itu dikatakan dikatakannya dalam tayangan di Kompas.TV, Jumat (22/7/2022) kemarin.

Menurut Susno Duadji, kasus pembunuhan Brigadir Yosua Ini merupakan kasus yang simpel.


Foto Brigadir J, Bharada E serta Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Foto Brigadir J, Bharada E serta Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Kolase Tribunmanado/ HO)

"Lokasi tewas, korban, pelaku, hingga barang bukti senjata dan selongsong peluru jelas, semuanya ada," katanya seperti dikutip Tribunjambi.con, Sabtu (23/7/2022).

Dijelaskannya, semua unsur terkait penembakan itu sudah jelas.

Tapi, kenapa dibentuk tim penyelidikan khusus, menurut Susno Duadji karena lokasi tewasnya Brigadir Yosua di kediaman petinggi Polri.

"Wajar dibentuk tim khusus karena lokasi tewasnya korban di rumah pejabat," ujarnya.

Menurut Susno Duadji, Mabes Polri sudah tahu kasus ini akan mengarah ke siapa yakni pejabat tinggi di Polri, Irjen Ferdy sambo.

Terkait adanya kejanggalan seperti dikemukakan pihak keluarga Brigadir Yosua, Susno Duadji menjelaskan, kejanggalan bisa dijawab dengan bukti yang tak terbantahkan.


"Bukti tak terbantahkan itu bisa dari forensik, uji balistik, hasil autopsi," katanya.

Susno Duadji menegaskan, jika dokter yang melakukan autopsi pertama kali harus diperiksa atau dinonaktifkan.

Sebab, hasil autopsi atau visum harus terbuka.

Kejanggalan lain, kata Susno Duadji ada beberapa.

"Meninggalnya Brigadir J itu hari Jumat, kenapa diumumkan hari Senin.

Tidak ada istilah libur di Bareskrim," ujarnya.

Selanjutnya, kenapa yang disita hanya handphone Brigadir Yosua.

Putri istri Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir Yosua Hutabarat, Bagaimana kedekatan mereka?
Putri istri Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir Yosua Hutabarat, Bagaimana kedekatan mereka? (Via Tribun Jambi)

"Harusnya HP Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E juga disita untuk keperluan penyidikan," kata Susno Duadji.

Selain itu, keberadaan Bharada E juga jadi pertanyaan Susno Duadji. "Dimana pelakunya?" tanyanya.

Susno Duadji juga menyoroti pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo yang mengatakan jika decoder CCTV sudah ditemukan.

Sementara itu, untuk mengungkap kasus ini, pihak Polri menggelar prarekonstruksi tewasnya Brigadir Yosua di rumah Irjen Ferdy Sambo, Sabtu (23/7/2022).

Prarekonstruksi dilakukan secara tertutup di dalam rumah.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menjelaskan soal prarekonstruksi hari ini.


"Semua adegan yang terkait peristiwa tembak-menembak. Kita mencocokan apa yang disampaikan oleh saksi.

Ini belum hadirkan saksi ya. Lokasinya di TKP pokoknya," katanya saat meninjau prarekonstruksi di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).

Dijelaskannya, prarekonstruksi yang dilakukan hari ini berbeda dengan yang digelar pada Jumat (22/7/2022) malam di Polda Metro Jaya.

"Prarekonstruksi tadi malam digelar oleh tim penyidik Polda Metro Jaya dengan buat asumsi TKP yang hadir semuanya penyidik.

Apa yang diperoleh tadi malam hari ini kita cocokkan dengan yang ada di TKP.

Dengan hadirkan seluruh bantuan teknis, tadi sudah disebutkan Pak Kadiv Humas, ada labfor, kedokteran forensik, dan inafis," jelasnya.

Pengacara Ungkap Fakta Baru

Sementara itu, fakta baru diungkap pengacara keluarga Brigadir J.

Salah satunya, adanya ancaman pembunuhan yang diterima Brigadir J sebelum meninggal dunia.

Bahkan ancaman pembunuhan tersebut masih terus diterima Brigadir J hingga anggota Polri tersebut sudah dinyatakan tewas.

Ancaman pembunuhan ini diungkap oleh Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum Brigadir J.

Diungkap Kamaruddin Simanjuntak, ancaman pembunuhan tersebut sudah diterima Brigadir J sejak Bulan Juni 2022 lalu.

Kamarudin Simanjuntak mengaku sudah menemukan jejak digita soal dugaan pembunuhan berencana itu.

Kedekatan Brigadir J dengan Keluarga Irjen Ferdy Sambo jadi sorotan.
Kedekatan Brigadir J dengan Keluarga Irjen Ferdy Sambo jadi sorotan. (TribunJambi/ TribunWiki)

"Sudah ada rekaman elektronik.

Almarhum saking takutnya, pada bulan Juni tahun 2022 dia sampai menangis," ungkapnya.

Namun soal jenis jejak digital itu, akan segera diungkap dalam waktu dekat.

Lokasi meninggalnya Yosua, apakah di Magelang, di perjalanan menuju Jakarta, atau di Jakarta?

"Soal itu nanti akan diungkapkan langsung oleh pihak kepolisian," ucap dia.

Fakta itu disampaikannya usai mendampingi keluarga Brigadir Yosua memberikan keterangan di Mapolda Jambi, Sabtu (23/7/2022).

"Hari ini mendampingi pemeriksaan sidik," katanya.

Penyidikan berarti ada dugaan perbuatan pidana, disertai bukti awal yang cukup.

"Tinggal menentukan siapa saja tersangkanya," tambahnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Susno Duadji Pertanyakan Keberadaan Bharada E Usai Tembak Brigadir Yosua Hingga TewasTEMUKAN Jejak Digital, Ancaman Pembunuhan Brigadir J Sejak Juni, Kuasa Hukum: Dia Sampai Menangis

0 Response to "'Tak Terbantahkan' Susno Djuaji Sebut Dokter yang Autopsi Jenazah Brigadir J Harusnya Dinonaktifkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel