Tega Buang Jabang Bayi di Kali Ciliwung, Seorang Mahasiswi Harus Rela Nikah di Kantor Polisi

 Tega Buang Jabang Bayi di Kali Ciliwung, Seorang Mahasiswi Harus Rela Nikah di Kantor Polisi


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nikah di kantor polisi begini potret pasangan pembuang bayi di Kali Ciliwung.

Sepasang kekasih pembuang bayi di Kali Ciliwung akhirnya mendapatkan haknya untuk menikah di kantor polisi.

Pernikahan tersebut difasilitasi oleh kepolisian dan diapresiasi oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Mapolrestro Jakarta Timur.

"Ya jadi yang pertama saya datang ke Polres Jaktim untuk menemui sahabat saya pak Budi, dan secara Kapolres Jaktim dan koordinasi juga," katanya di lokasi, Kamis (7/7/2022) siang.

"Kedua juga menanyakan proses kasusnya. Jadi terima kasih Pak Kapolres dan jajaran sudah melaksanakan tugasnya menindaklanjuti terkait kasus yang ada di Kali Ciliwung terhadap penelantaran anak, pembuangan bayi sudah ditangani Polres dan juga hari ini kita berterima kasih Kapolres membantu memfasilitasi pernikahan yang bersangkutan dengan pacar lamanya, bentuk tanggung jawab," sambungnya.


MS (19), tersangka mahasiswi pembuangan bayi dan kekasihnya, NL, menunjukan buku nikah usai pernikahan di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022).
MS (19), tersangka mahasiswi pembuangan bayi dan kekasihnya, NL, menunjukan buku nikah usai pernikahan di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Selain itu, orang nomor dua di DKI Jakarta ini turut menyampaikan apresiasinya kepada DPRD DKI.

Pasalnya pada saat pernikahan MS dengan kekasihnya, NL di Mapolres Metro Jakarta Timur turut dihadiri oleh anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Adi Kurnia.

"Kami juga berterima kasih atas inisiatif pak Kapolres, anggota DPRD membantu agar anak bayi tersebut mendapatkan hak, hak apa itu yaitu hak akta kelahiran dan kartu identitas anak penting unsur kemanusiaan terpenuhi," pungkasnya.

Haru Pernikahan Mahasiswi Pembuang Bayi di Polres Metro Jakarta Timur

Suasana haru menyelimuti lantai enam Polres Metro Jakarta Timur saat pernikahan mahasiswi berinisial MS (19), pelaku pembuangan bayi di Kali Ciliwung.

MS yang kini berstatus tersangka karena membuang bayinya berjenis kelamin perempuan menikah dengan kekasihnya, NL di Mapolres Metro Jakarta Timur pada Kamis (7/7/2022) siang.

Mengenakan kebaya berwarna putih, MS tampak anggun ketika proses akad nikah yang disaksikan sejumlah pihak keluarga serta puluhan anggota Polres Metro Jakarta Timur

Sementara NL mempelai pria mengenakan jas hitam dan peci ketika, proses akad nikah berlangsung dengan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono sebagai saksi.

Sementara penghulu dari pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur berlangsung lancar dan khusyuk meski diadakan secara sederhana.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Berulang kali MS yang dijerat Pasal 305 KUHP, jo Pasal 306 KUHP, Pasal 307 KUHP, dan Pasal 80 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak tampak harus menyeka air matanya saat proses akad nikah

"Saya nikahkan dan saya kawinkan putri kandung saya dengan mas kawin cincin emas cincin emas dibayar tunai," kata ayah MS, AM (49) saat proses ijab kabul di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (7/7/2022).

Dengan lancar NL mengucapkan ijab kabul hingga penghulu dari KUA Kecamatan Jatinegara dan saksi menyatakan sah, baik secara agama Islam maupun hukum negara.

Usai ijab kabul NL menyematkan cincin emas seberat 2 gram yang dijadikan mas kawin di jari tangan MS, sejumlah pihak keluarga yang menyaksikan tampak tidak kuasa menahan tangis bahagia.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono mengatakan pernikahan MS dan NL dilangsungkan sebagai bentuk rasa kemanusiaan pihaknya terhadap hubungan NL dan MS.

"Juga permintaan dari pihak keluarga dan tokoh masyarakat. Bahwa ada salah satu tersangka, yaitu MS. Tersangka penelantaran anak. Tetapi anak itu tidak salah," ujar Budi.

Suasana haru mewarnai pernikahan tersangka mahasiswi pembuangan bayi, MS (19) dan kekasihnya, NL, di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022).
Suasana haru mewarnai pernikahan tersangka mahasiswi pembuangan bayi, MS (19) dan kekasihnya, NL, di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Budi menuturkan dengan pernikahan NL dan MS pihaknya berharap bayi perempuan yang kini diasuh keluarga AM dapat secara hukum dinyatakan memiliki kedua orangtua.

Secara khusus, Budi menyampaikan pesan agar ketika MS nantinya sudah menjalani masa hukuman berdasar vonis Pengadilan dapat menjadi sosok ibu dan istri yang baik.

"Anda sekarang sudah sah menjadi suami istri. Tolong anak itu dipelihara dengan baik. Tapi tetap anda (MS) tetap harus menghadapi proses hukum sampai dengan selesai," tuturnya.

Pesan Kapolres di Pernikahan Mahasiswi Pembuang Bayi

Suasana haru mewarnai pernikahan tersangka mahasiswi pembuangan bayi, MS (19) dan kekasihnya, NL, di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022).
Suasana haru mewarnai pernikahan tersangka mahasiswi pembuangan bayi, MS (19) dan kekasihnya, NL, di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono menyampaikan pesan kepada MS (19), tersangka mahasiswi pembuangan bayi, yang menikah dengan kekasihnya di kantor polisi.

Kombes Pol Budi Sartono selaku kapolres turun langsung menjadi saksi dalam akad nikah MS dan kekasihnya, NL, di lantai 6 Polres Metro Jakarta Timur pada Kamis (7/7/2022).

Ia berpesan agar MS kelak bisa menjadi sosok istri dan ibu yang baik bagi anak-anak setelah menjalani masa hukuman.

"Ini pembelajaran, setidaknya ini anda sekarang sudah sah menjadi suami istri tolong anak itu dipelihara dengan baik," kata Budi di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022).

Menurut Budi, meski Polres Metro Jakarta Timur memfasilitasi akad nikah MS, tapi proses hukum pidana terhadap mahasiswi pembuang bayi itu tetap lanjut.

Dalam hal ini, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur sudah melimpahkan berkas perkara kasus ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur untuk proses hukum ke Pengadilan.

NL mencium kening MS, tersangka mahasiswi pembuang bayi, usai akad nikah di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022).
NL mencium kening MS, tersangka mahasiswi pembuang bayi, usai akad nikah di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Tetap Anda (MS) harus menghadapi proses hukum sampai dengan selesai. Silakan sebagai istri yang baik, ibu yang baik untuk sama-sama membina rumah tangga," ujarnya.

Budi menuturkan diadakannya akad nikah di aula Mapolres Metro Jakarta Timur hari ini karena MS masih berstatus tersangka dan ditahan atas kasus pembuangan bayi pada 1 Juni 2022 lalu.

Pihaknya berharap bayi perempuan yang kini dirawat pihak keluarga MS dapat memiliki masa depan yang lebih baik setelah MS dan NL sah menikah secara agama dan hukum.

"Setidaknya anak dengan mempunyai bapak dan ibu yang sah dalam Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Itu tujuan diadakan akad nikah di Mapolres Metro Jakarta Timur," tuturnya.

(TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

0 Response to "Tega Buang Jabang Bayi di Kali Ciliwung, Seorang Mahasiswi Harus Rela Nikah di Kantor Polisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel