TERSEBAR Chat Wa Kirim Pesan 'I Love You', Istri Hamil 7 Minggu Syok Baca Balasannya, Suami Wafat, Baru 7 Bulan Nikah

 TERSEBAR Chat Wa Kirim Pesan 'I Love You', Istri Hamil 7 Minggu Syok Baca Balasannya, Suami Wafat, Baru 7 Bulan Nikah


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nasib pilu menghampiri seorang wanita yang baru saja berbahagia atas kehamilannya.

Ingin menyampaikan pesan sayang untuk suami, ia justru mendapatkan balasan tak terduga hingga membuatnya syok.

Kebahagiaan sejenak tergantikan kabar duka ini dialami oleh seorang wanita bernama Noor Adibah Abdul Rahman.

Adibah pun menceritakan apa yang terjadi pada sang suami beberapa waktu lalu.

Baru saja bahagia dinyatakan positif hamil, Adibah harus kehilangan suami.

Adibah menjelaskan kronologi secara rinci sejak ia dinyatakan hamil.

"Saya dinyatakan hamil pada 7 Juni 2022 lalu setelah suami mendadak sakit. Saat itu saya merasa panik karena dia jarang sakit. Hati saya kemudian tergerak untuk melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif," ujar Adibah.


Bahagianya Adibah dinyatakan hamil, pilu suami justru meninggal kecelakaan
Bahagianya Adibah dinyatakan hamil, pilu suami justru meninggal kecelakaan (TribunNewsmaker.com Kolase/ TikTok @babaapkang)

Saat itu suami AdibahMuhammad Firdaus Norizan, langsung mengajaknya ke rumah sakit untuk memastikan kabar bahagia tersebut.

"Setelah melihat hasilnya, suami mengajak saya ke rumah sakit untuk memastikan. Alhamdulillah, saya dinyatakan hamil oleh dokter," lanjut Adibah, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari mStar.

Baru saja berbahagia sang istri hamil, suami Adibah harus berpulang.

Firdaus menghembuskan napas terakhirnya dua minggu setelah mendapatkan kabar bahwa ia akan menjadi seorang ayah.

Pria berusia 26 tahun tersebut meninggal dunia pada 20 Juni 2022 lalu sekitar pukul 9.30 pagi saat dalam perjalanan menuju tempatnya bekerja di Wangsa Maju, Kuala Lumpur.

"Pagi itu dia terlihat biasa saja. Tidak ada firasat apapun. Almarhum juga sempat salaman dan mencium saya sebelum berangkat kerja," kata Adibah.

Sampai akhirnya Adibah merasakan ada yang tak biasa setelah sang suami berangkat kerja.

"Kebetulan hari itu saya memang sedang kurang enak badan sehingga tidak berangkat kerja. Biasanya kalau sudah sampai kantor, suami akan memberi tahu saya. Tapi pagi itu tidak ada pesan darinya. Akhirnya saya terus WhatsApp dia dan tanya apakah sudah tiba di kantor atau belum karena tidak memberikan kabar," jelas Adibah.

Seletelah mengirimkan pesan ke WhatsApp sang suami, Adibah justru mendapatkan balasan yang membuatnya terkejut.

Ia langsung menelepon nomor ponsel sang suami dan menangis.

Adibah terus menanyakan apa yang terjadi pada suaminya kepada seseorang yang menerima panggilan telepon darinya.

"Tiba-tiba saya dapat pemberitahuan pesan dari suami, saya disuruh segera menelepon. Ternyata hamba Allah lah yang membalas pesan saya," tutur Adibah.

Pria tersebut kemudian menjelaskan kepada Adibah mengenai apa yang terjadi pada Firdaus.

"Setelah membaca shat, saya telepon ponsel suami dan ada seorang pria menjawabnya. Dia menanyakan ada hubungan apa saya dengan almarhum. Saya jawab kalau saya istrinya. Saya terus menangis dan menanyakan ada apa dengan suami saya. Dia berusaha menenangkan saya dan memberitahu kalau suami saya kecelakaan dan tak sadarkan diri," pilu Adibah.

Meski pria tersebut tak mengatakan yang sebenarnya, Adibah sudah memiliki firasat kalau suaminya telah tiada.

"Saat itu Allah tahu betapa takutnya saya kehilangan suami. Saya minta lelaki itu untuk mengecek nadinya, namun ia tak berani dan memilih menunggu sampai ambulans datang. Tapi hati kecil saya berkata kalau suami sudah meninggal," ujar Adibah.

Melansir mStar, Adibah yang mendapatkan kabar tersebut langsung memberitahu orangtuanya.

Ia juga mengajak sang adik untuk menuju ke lokasi suaminya kecelakaan.

Saat masih dalam perjalanan, Adibah justru mendapatkan kabar kalau suaminya sudah meninggal dunia.

"Saya tahu lokasi almarhum kecelakaan karena kami memang ada track location masing-masing melalui aplikasi find my friend. Saat tiba di lokasi kejadian, saya tidak sanggup menerima kenyataan. Badan saya seketika lemas melihat tubuh seseorang yang saya kenal terbaring di jalan. Meski meninggal dalam kecelakaan, almarhum terlihat seperti tidur tanpa ada luka di tubuhnya," papar Adibah.

Pihak keluarga pun masih meunggu hasil rekaman CCTV untuk mengetahui kronologi kecelakaan yang menimpa Firdaus.

Hal ini dikarenakan tak ada saksi mata yang bisa dimintai keterangan.

Adibah yang baru menikah pada 20 November 2021 lalu ini mengingat momen terakhir bersama suami.


Bahagianya Adibah dinyatakan hamil, pilu suami justru meninggal kecelakaan, syok baca balasan chat
Bahagianya Adibah dinyatakan hamil, pilu suami justru meninggal kecelakaan, syok baca balasan chat (TribunNewsmaker.com Kolase/ TikTok @babaapkang)

Malam sebelum suami meninggal, Adibah diajak Firdaus ke restoran yang sudah lama ia inginkan.

Kini Adibah pilu mengingat apakah ia harus bahagia atas kehamilannya atau sedih karena kehilangan suami.

Adibah bersyukur masih ada keluarga yang menemaninya.

Mereka juga terus memberikan semangat agar Adibah kuat meneruskan hidup.

Doa dan support dari keluarga dan sahabat dekatlah yang membuat Adibah sanggup bertahan melanjutkan hidupnya.

Bahkan tak sedikit netizen yang mendoakan dan memberinya semangat setelah Adibah mengunggah video dan cerita pilunya ini di akun Instagram pribadinya.

Lihat video selengkapnya di sini

TAK Tahu Suaminya Meninggal Kecelakaan Bus di Tasik, Wanita Ini Pilu Terus Menunggu di Parkiran RS

Telah terjadi kecelakaan  bus pariwisata Citra Trans Utama, di Jalan Raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022) dini hari.

Seorang wanita terus menunggu kabar soal suaminya di rumah sakit.

Wanita tersebut awalnya diberi tahu kalau suaminya mengalami kecelakaan, bus pariwisata yang ditumpanginya terjun ke jurang.

Wanita bernama Tia (25) menanti sang suami dengan mata sembab.

Namun ia tak tahu ternyata suaminya, Cepi (30) sudah meninggal dunia.

Hal itu dibeberkan oleh kerabat korban.

"Teh Tia belum tahu kalau Kang Cepi sudah meninggal. Kami masih bingung memberi tahunya," kata Nurhayati (29), kerabat dekat Cepi, saat ditemui di Kamar Mayat, RSU dr Soekardjo, Sabtu (25/6/2022).

Menurut Nurhayati, begitu menerima kabar tentang musibah itu sekitar pukul 03.00, pihak keluarga langsung meluncur ke RSU dr Soekardjo Kota Tasikmalaya dari tempat tinggal mereka di Rancaekek, Bandung.

"Kami berlima berangkat, termasuk Teh Tia.

Namun kami hanya memberi tahu bahwa Kang Cepi menderita luka patah tulang iga," ujar Nurhayati sambil terisak.

Ia menyebut Tia tidak ikut turun dan masih berada di dalam mobil keluarga yang diparkir di halaman depan RSU.


Nurhayati bersama seorang kerabat saat ditemui di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022). Nurhayati merupakan kerabat Cepi, kondektur bus yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus masuk jurang di Tasikmalaya.
Nurhayati bersama seorang kerabat saat ditemui di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022). Nurhayati merupakan kerabat Cepi, kondektur bus yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus masuk jurang di Tasikmalaya. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

"Kami cegah dulu Teh Tia untuk turun, karena kami masih kebingungan memberi tahu.

Lagipula kami ingin memastikan dulu jenazah Kang Cepi," ujar Nurhayati.

Hingga berita ini dibuat, Tia masih belum diberi tahu tentang kondisi sebenarnya suaminya.

Nurhayati sendiri bersama seorang kerabat lainnya masih berada di sekitar Kamar Mayat.

Mukanya sembab akibat sering menitikkan air mata.

Identitas Tiga Korban Meninggal

Berikut ini identitas tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan guru SD Negeri Sayang, Sumedang, di Jalan Raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022) dini hari.

Ketiganya adalah Olih Komarudin (64) dan istrinya, Esih Sukaesih (59), serta kondektur bus, Cepi (30).

Ketiga korban kecelakaan maut di Tasikmalaya ini kini disemayamkan di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Almarhum Olih adalah persiunan anggota Brimob Polda Jabar.

Sedangkan Esih merupakan salah seorang guru SD Sayang.

Sementara informasi yang sempat beredar saat ini jumlah korban bertambah satu orang menjadi empat orang.

Namun sejauh ini pihak Kamar Mayat belum menerima jenazah satu lagi.

"Sejauh ini masih tiga orang.

Dengar sih memang ada satu orang lagi, tapi belum ada kepastian," kata Asep, petugas Kamar Mayat.

Seperti diketahui bus pariwisata Citra Trans Utama (CTU) berplat nomor B 7701 TGA masuk jurang di Jalan Nasional Bandung-Tasikmalaya, betulan Cirende, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6) sekitar pukul 01.00.

Bus pariwisata CTU B 7701 TGA yang terjun ke jurang di jalan raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022) dini hari, masih teronggok di dasar jurang. Ini daftar nama tiga korban meninggal dunia.
Bus pariwisata CTU B 7701 TGA yang terjun ke jurang di jalan raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022) dini hari, masih teronggok di dasar jurang. Ini daftar nama tiga korban meninggal dunia. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Bus yang membawa 59 (bukan 55) rombongan guru SD Sayang Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, ini rencananya akan berdarmawisata ke obyek wisata Pangandaran.

Namun setiba di lokasi, bus oleng ke kiri dan masuk jurang sedalam sekitar 10 meter dan mendarat di sungai kecil dalam posisi terlentang seluruh ban di atas.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, melalui PJS Kasi Humas, Ipda Jajang Kurniawan, mengungkap kronologi kecelakaan maut di Tasikmalaya ini.

Ia mengatakan, bus mengangkut rombongan wisata tujuan objek wisata Pangandaran.

"Tiba di lokasi kejadian, bus oleng ke kiri dan langsung masuk jurang. Belum diketahui penyebabnya, namun dugaan sentara akibat sopir mengantuk," kara Jajang.

Seluruh korban meninggal maupun luka berat seluruhnya sudah dibawa ke RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Sementara yang mengalami luka ringan dibawa ke Puskesmas Rajapolah.

Bangkai bus saat ini masih berada di dasar jurang dengan posisi terlentang seluruh ban berada di atas.

Dua unit truk derek dikerahkan untuk mengevakuasi bangkai bus bernomor B 7701 TGA tersebut dari dasar jurang.

Dalam musibah tersebut tiga penumpang meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, serta belasan lainnya mengalami luka-luka.

(Tribunnewsmaker/Ninda/TribunJabar/ Firman Suryaman)

0 Response to "TERSEBAR Chat Wa Kirim Pesan 'I Love You', Istri Hamil 7 Minggu Syok Baca Balasannya, Suami Wafat, Baru 7 Bulan Nikah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel